Cerpen Persahabatan Yang Romantis By Prawesthi

Cerpen Persahabatan Yang Romantis By Prawesthi – Apa Kabar Sahabat? Semoga dalam Keadaan Sehat dan Sukses dalam Menjalankan Aktifitas Sehari Hari ya, Update Postingan Kali ini Situsku.Biz Akan Bagikan Informasi tentang Cerpen Persahabatan Yang Romantis By Prawesthi dan Untuk Lebih Jelas Selengkapnya Bisa lihat dibawah ini ;

Cerpen Persahabatan Yang Romantis By Prawesthi – Kumpulan cerpen persahabatan dan romantis, cerpen pendidikan, Cerpen romantis dari prawesthi. Bagi temen-temen ini cerita pendek yang ingin aku share ke temen-temen, tentang kisah cerpen persahabatan sejati dan romantis…

cerpen+romantis Cerpen Persahabatan Yang Romantis By Prawesthi

Dear Rosemary (Part I)

Ia merasakan organ di dalam dada kirinya terbakar, sebelum rasa sakitnya menjalar ke seluruh tubuh disertai rasa kesemutan yang hebat. Gadis bergaun ungu gaya kerajaan klasik itu memegangi dada kirinya sambil merintih kesakitan, ia tersungkur di pinggiran kasurnya yang bagaikan tempat tidur putri di negeri dongeng dengan kelambu berwarna jingga, ia menelungkupkan wajahnya pada kasur berisi bulu angsa yang membuat siapapun tidur disitu enggan untuk bangun lagi, tetesan air mata membanjiri tempat tidurnya.

‘BRAK..!!’

Satu tiang penyangga kelambu jatuh hingga menyeret kelambu yang kini sobek ke lantai. Gadis itu meremas kain kelambu sebagai pelampiasan rasa sakit yang hebat di jantungnya.
Nafasnya terengah-engah menahan sakit di dadanya, baik sakit karna penyakit jantungnya maupun sakit yang dihujamkan beribu mata pisau ke hatinya oleh pemuda jalang yang ia cintai.

Rosemary, itulah nama pemberian kedua orang tua yang mengadopsinya sejak ia berumur 7 tahun.
Cantik parasnya tak jarang membuat seluruh bangsawan di negri Husklepuff berlomba untuk merebut hatinya, tingginya yang semampai, kulitnya yang sehalus sutra dan seputih gading namun nyaris transparan dan seakan bercahaya, rambut panjangnya yang berwarna brunette dengan gaya berombak yang ditata rapih semakin menonjolkan keindahan bidadari dunia negri Husklepuff.

Rosemary dengan jasad bidadari dunia ini kerap membuat setiap gadis iri akan kecantikannya, harta keluarga pengadopsinya, dan kasih sayang tak terhingga dari kakak angkatnya, Edmund.
Kehidupannya bak putri di negri dongeng sebelum ia memutuskan untuk berhubungan dengan Anthony, pemuda yang setiap harinya bekerja sebagai tukang kebun di kastilnya.
Hal ini menggemparkan seluruh negri Husklepuff, apalagi para bangsawan muda yang ditolak cintanya oleh Rosemary.
Anthony, pemuda yang pernah memberinya rasa bahagia yang luar biasa, namun sesaat…..

Tukang kebun jalang itu ternyata tak benar-benar mencintainya, ia hanya ingin memanfaatkan kekayaan keluarga angkat Rosemary. Namun yang tidak diketahui Anthony, Rosemary diadopsi bukan karena orang tua angkatnya sayang padanya, melainkan karna permintaan Edmund, anak semata wayang mereka.
Kedua orang tua angkat Rosemary tak peduli sama sekali padanya, jangankan untuk membagi harta mereka seperti yang diharapkan Anthony, bahkan jika Rosemary mati dimangsa hewan buas pun mereka tidak akan peduli.

Selama ini Rosemary hidup dan tumbuh hanya dari kasih sayang Edmund, bangsawan antisosial yang hanya mau berbagi dengan Mary, panggilan Edmund terhadap Rosemary.
Edmund pada awalnya tak mendukung hubungannya dengan Anthony, namun melihat kebahagiaan tiada tara terpancar dari aura Rosemary saat ia jatuh cinta pada Anthony, ia mendukung pada akhirnya, karna ia sangat menyayangi adik angkatnya.

Tak disangka, hubungan itulah yang membuka gerbang neraka bagi Rosemary, dan orang-orang yang terlibat dalam hubungannya dengan Anthony….

“Ahh…”

Nafasnya terengah menahan rasa sakit yang kian hebat di jantungnya, ia terkapar kaku karna kesemutan yang menjalar ke seluruh bagian tubuhnya.
Air matanya menitik lemah dari sudut kelopak matanya, dingin lantai marmer hampir tak terasa di pipi kanannya akibat kebas yang ia rasakan.

Tak ada pertolongan, kakaknya sedang mengunjungi kerabat di negri lain, dan Rosemary mengunci pintu kamarnya sehingga seluruh pelayan di kastil itupun tak ada yang berani untuk kurang ajar mengganggunya. Hanya makan pagi, siang dan malam yang diantarkan ke depan pintu kamarnya, mereka tak berani kurang ajar mengantarnya ke dalam.

“Nona, hamba letakkan makan malam anda di sini.”

Annette, salah satu pelayannya sedikit heran karna tak ada jawaban darinya.

“Bernadette, aku merasa ada yang janggal.”

Ia berbisik pada pelayan lain yang melintas di depan kamar Rosemary.

“Ada apa Annette?”

“Nona Rosemary tak menjawabku…”

Mereka terdiam, mengkhawatirkan hal yang sama. Karena tak menjawab panggilan seseorang merupakan hal yang melanggar sopan santun di kalangan bangsawan Husklepuff. Walaupun Rosemary adalah bangsawan adopsi, namun ia terbiasa tumbuh dengan segala sopan santun di keluarga Winchester.

“Ah, mungkin ia sudah terpengaruh oleh Anthony. Kau kan tau, dia hanya tukang kebun yang tak mengindahkan sopan santun di keluarga Winchester.”

“Ya, mungkin kau benar Bernadette… Kasihan nona Mary, sebenarnya ia gadis lugu yang terjerat niat busuk Anthony.”

“Tapi, menurutku ia pantas mendapatkannya, bangsawan adopsi sepertinya tak pantas bersifat kekanak-kanakan, manja, dan keras kepala serta arogan. Ia selalu dituruti keinginannya oleh tuan Edmund, tak pernah merasakan menderita sebelum mendapatkan kebahagiaan. Biar saja sekali-sekali ia merasakan sengsaranya hidup dan cinta, agar ia bisa menjadi dewasa.”

“Kau berlebihan Bernadette..!! Nona Mary tak melulu seburuk itu. Bukankah kau sering menyaksikan kebaikan hatinya? Saat hendak dipecat oleh tuan Edmund atas tindakan cerobohmu yang tak sengaja menumpahkan air panas ke tangan nona Rosemary, bukankah ia yang meminta kakaknya untuk tidak memecatmu?”

Pelayan itu terdiam, sedikit merasa bersalah.

“Lagipula Bernadette, tak hanya itu, nona Mary sungguh mempunyai hati yang baik dan tulus pada dasarnya. Ia tak se-arogan seperti kelihatannya, tak seperti gadis bangsawan lain yang memelihara kucing atau binatang lain yang mahal, nona Mary lebih memilih menangkar kucing-kucing atau burung-burung terlantar yang terluka dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Ia pun tak menganggap kita para pelayan seperti budak kan? Tak seperti gadis-gadis bangsawan lain yang serta-merta merendahkan pelayan setia mereka. Hanya saja nona terlalu manja, dan kekanak-kanakan, sedikit sifat buruknya itu seakan menutupi semua kebaikan nona dimata semua orang.”

“Ya, mungkin kau benar Annette. Anthony lah yang terlalu keji… Ia tega memanfaatkan keluguan nona Mary. Padahal nona mencintai Anthony lebih dari ia mencintai dirinya sendiri.”

“Ya, dan Lorine pun tak kalah keji padanya, gadis jalang itu memanfaatkan perasaan Anthony yang menyukainya, dengan menyuruhnya mendekati nona Mary untuk mendapatkan hartanya. Setelah tau bahwa nona Mary hanya putri adopsi yang tak akan mendapat warisan, mereka mencampakkannya begitu saja, tanpa mempedulikan perasaan dan kesehatan nona.”

“Annette, apakah jangan-jangan nona Mary kambuh penyakit jantungnya?”

Mereka bertatapan panik.

“Aku tak berani kurang ajar mengetuk pintunya, Bernadette…”

“Aku pun demikian, tapi. Ah, atau kita menunggu tuan Edmund saja? Bukankah ia pulang malam ini?”

“Ia, sepertinya lebih baik begitu, apalagi nona punya obatnya kan?”

“Ya, kau benar, kalau ia kambuh, pasti ia akan meminum obatnya.”

Mereka pergi meninggalkan makan malam yang tergeletak di depan pintu Rosemary yang kini hanya bisa pasrah terkapar di lantai marmer yang dingin.

‘Tuhan, akankah aku mati kali ini?’

Memikirkan kematian selalu membuatnya merinding, kecuali kali ini, karna rasa kesemutan itu kian menjalar dan membuatnya semakin kebas hingga tak dapat merasakan apa-apa lagi kecuali rasa sakit yang begitu hebat di jantungnya.
Jantungnya begitu sakit bagaikan ada tangan yang meremasnya tanpa ampun dan belas kasihan. Nafasnya tersendat-sendat, tak mampu berteriak meminta pertolongan.
Ia menitikkan air mata, pasrah…

Memori-memori indah bersama Anthony pun terlintas di benaknya. Bagaikan parade mimpi, otaknya setengah sadar memutar memori bahagianya bersama Antony.

‘Anthony, bunga apa yang kau tanam?’

Ia memeluk tukang kebunnya dari belakang.

‘Ini bunga Lily, nona… Anda pasti akan menyukainya.’

‘Jadi kau menanamnya untukku?’

Gadis itu tersenyum lugu, sambil bergelayut manja pada bahu tukang kebun yang ia anggap pangeran dari negri dongeng yang selalu ia impikan.
Tak peduli komentar orang yang mencaci dan mencerca tukang kebunnya karna dianggap tak pantas bersamanya, ia begitu tulus mencintai Anthony, karna ini pertama kalinya bagi Mary merasa begitu disayang dan diinginkan oleh pemuda, selain kakak angkatnya.
Mary pun semakin terbang dalam angan-angan bahagianya untuk dapat menikah dan mempunyai keluarga bahagia dengan Anthony, saat pemuda busuk itu mengatakan bahwa Mary lah wanita terakhir di hidupnya.

Namun semua itu hanya ilusi, pada akhirnya Mary hanyalah seonggok sampah tak berarti yang dibuang oleh pemuda jalang bernama Anthony. Anthony mencampakkannya, menginjak-injak harga dirinya bagaikan ia menginjak kecoa yang menjijikkan. Ia menikahi Lorine, salah satu pelayan keluarga Winchester, dan pergi meninggalkan Husklepuff serta Rosemary yang malang.

‘Kau pantas mendapatkannya Mary..!!’

Bayangan Anthony berdiri di hadapan tubuh Mary yang kini terkapar setengah sadar di lantai kamar bergaya Eropa klasik.

‘Kau pikir siapa yang ingin menikahi bangsawan adopsi yang manja dan kanak-kanak sepertimu? Hahahaaa’

Bayangan Lorine datang mencaci maki Mary yang sedang menuju gerbang kematian.

‘Lihat ini..!’

Bayangan Lorine menyobek-nyobek kelambu jingga yang terjuntai di sekeliling kasur.
Setiap robekkan yang dibuat Lorine pada kelambu itu, Mary merasakan robekkan yang sama di jantungnya, membuat nafasnya semakin tersendat, matanya melotot, sakit……..

‘Hahahahaaa’

Lorine membuang kelambu yang ia robek, kemudian berjalan ke arah Anthony, mereka berciuman.

Jantung Mary kian terbakar….
Nafasnya memanas, semakin tersendat, pandangannya kabur….
Dan pada akhirnya, ia menutup matanya, air mata jatuh di sudut-sudut matanya, untuk yang terakhir kalinya……

The End….

Sekian teman-temen kisah cerpen persahabatan dan romantis tentang Dear Rosemary.. Nantikan kisah cerita Dear Rosemary yang selanjutnya icon smile Cerpen Persahabatan Yang Romantis By Prawesthi

Demikianlah informasi yang dapat Situsku.Biz sampaikan. Semoga bermanfaat dan Beguna Hendaknya Buat anda semua pengunjung Blog Ini, Terima kasih kepada anda yang telah membaca artikel Cerpen Persahabatan Yang Romantis By Prawesthi

Cerpen Persahabatan Yang Romantis By Prawesthi

Cerpen Persahabatan Yang Romantis By Prawesthi | Situsku.Biz | 4.5 | 25 x diLihat