Menderita Kelainan Langka, Wanita Ini Mengeluarkan Darah Dari Matanya

views 21 Kali dilihat
Menderita Kelainan Langka, Wanita Ini Mengeluarkan Darah Dari Matanyaby Situsku.Bizon.Menderita Kelainan Langka, Wanita Ini Mengeluarkan Darah Dari MatanyaLinnie Ikeda (foto: Daily Mail) Seorang wanita asal Hawaii bernama Linnie Ikeda menderita kelainan langka yang membuat mata dan lidahnya mengeluarkan darah tanpa ada peringatan terlebih dahulu. Pada tahun 2008, wanita berusia 24 tahun itu didiagnosis menderitan Gardner-Diamond Syndrom, yang menyebabkan memar secara acak akibat stres dan kecemasan yang berlebihan. Dua tahun kemudian, Ikeda, mulai mengalami […]

Linnie Ikeda (foto: Daily Mail)

Seorang wanita asal Hawaii bernama Linnie Ikeda menderita kelainan langka yang membuat mata dan lidahnya mengeluarkan darah tanpa ada peringatan terlebih dahulu.

Pada tahun 2008, wanita berusia 24 tahun itu didiagnosis menderitan Gardner-Diamond Syndrom, yang menyebabkan memar secara acak akibat stres dan kecemasan yang berlebihan.

Dua tahun kemudian, Ikeda, mulai mengalami pendarahan pada mata dan lidahnya tanpa ada tanda-tanda terlebih dahulu. Bahkan, dokter pun tidak tahu bagaimana cara mengobati penyakit misterius yang diderita Ikeda.

“Ketika berdarah, itu tidak sakit. Itulah yang mengarahkan kepada pendarahan,” kata Ikeda kepada Hawaii News Now.

“Aku merasakan tekanan pada mata saya, mata saya akan bengkak dan memerah dan saat itulah saya tahu mata saya akan berdarah,” tambah Ikeda.

Ketika memar mulai muncul di lengan, punggung, dan dadanya, Ikeda menjelaskan rasa sakitnya itu seperti sebuah palu memukul tulangnya. Karena penyakitnya itu, Ikeda sangat menderita karena kesakitan.

Pendarahan pada matanya biasanya terjasi selama Ikeda tidur, yakni dari pukul 02:00 pagi sampai 05:00 pagi. Kemudian, ibu Ikeda, Lisa Ikeda, menemukan wajah anaknya dan tempat tidur berlumuran darah.

Sejauh ini, Ikeda sudah mengunjungi 30 dokter, salah satunya di Mayo Clinic di Minnesota. Namuan sayang, tidak satupun dari mereka yang bisa membantunya.

Penyakit yang dideritnya membuat Ikeda menderita. Yang dia inginkan hanyalah hidup sehat dan normal seperti orang pada umumnya. Namun, ia tak menyerah begitu saja pada keadaan. Dia tetap bersemangat melakukan aktivitas sehari-hari.

Meskipun karena kondisinya itu, Ikeda yang bekerja sebagai asisten dosen tidak pernah bolos satu hari pun kerja. Ikeda mengaku bahwa semangatnya untuk tetap menjalani hidup yaitu dari orang-orang yang telah memberikan dukungan kepadanya.

Related Posts