Miris, Puluhan Gajah Di India Dirantai Dan Disiksa Selama 20 Tahun

views 5 Kali dilihat
Miris, Puluhan Gajah Di India Dirantai Dan Disiksa Selama 20 Tahunby Situsku.Bizon.Miris, Puluhan Gajah Di India Dirantai Dan Disiksa Selama 20 TahunSeekor gajah bernama Nanden sedang dirantai (foto: Daily Mail) Liz Jones, seorang wartawan asal Inggris menceritakan pengalaman mengerikan ketika ia mengunjungi sebuah kamp tempat menyimpan puluhan gajah di India Selatan. Dia setidaknya melihat ada 57 ekor gajah yang hidup dalam penderitaan, dengan kaki dirantai dan bahkan disiksa selama kurang lebih 20 tahun lamanya. Salah satunya […]

Seekor gajah bernama Nanden sedang dirantai (foto: Daily Mail)

Liz Jones, seorang wartawan asal Inggris menceritakan pengalaman mengerikan ketika ia mengunjungi sebuah kamp tempat menyimpan puluhan gajah di India Selatan.

Dia setidaknya melihat ada 57 ekor gajah yang hidup dalam penderitaan, dengan kaki dirantai dan bahkan disiksa selama kurang lebih 20 tahun lamanya.

Salah satunya seekor gajah jantan bernama Nandan yang sudah berusia 43 tahun. Dia bertahan hidup dengan kaki belakang dan depan dirantai hingga menusuk dagingnya. Tak hanya itu ,dia juga tidak bisa meregangkan kakinya dan bahkan berbaring saja tidak bisa.

Ketika itu, Jones didampingi Duncan McNair, pengacara asal London yang mendirikan organisasi non-pemerintah Selamatkan Gajah Asia (STAE), serta Dr Nameer, seorang profesor dan Kepala Pusat Studi Wildlife saat mengunjungi Kuil Guruvayur di Kerela, pada bulan Januari lalu.

Liz Jones dan seekor gajah (foto: Daily Mail)

Jones bertanya kepada Dr Nameer berapa lama Nandan telah dirantai seperti ini. “Dia telah dirantai di tempat itu, tidak pernah dilepaskan bahkan untuk satu jam, selama 20 tahun,” jawab Dr Nameer.

Mereka kemudian melihat gajah lainnya yang bernama Padmanabhan yang sudah ada di kuil selama 35 tahun. Nasibnya juga sama seperti Nandan dengan kakinya dirantai dan tidak bisa bergerak bebas.

Dr Nameer mengatakan salah satu kaki Padmanabhan dipatahkan dengan sengaja 15 tahun yang lalu, kemudian meringkusnya. Menurut seorang peneliti lain, Harish Sudhakar mengatakan bahwa gajah itu juga belum beranjak dari tempatnya selama 20 tahun.

Selanjutnya mereka bertemu dengan seekor gajah berusia 15 tahun bernama Lakshmi Narayan sedang bersama pelatihnya di sebuah kolam berbau busuk. Pelatih tersebut tampak berusaha keras membuat Narayan berbaring, namun usahanya gagal. Karena tidak menuruti perintahnya, pelatih itu terlihat marah.

Dr Nameer menerjemahkan pembicaraan yang dikatakan pelatih tersebut, “Dia akan diajari nanti.” Itu berarti, Narayan akan dipukuli dengan batang besi.

Di dekat pintu masuk kuil, ada gajah bernama Devi yang dirantai ditempat selama 35 tahun lamanya. Sebagai seekor betina, ia tidak pernah dibawa ke fetival yang berarti ia tidak pernah bergerak, meskipun hanya satu inci.

Petinggi kuil menolak permintaan Dr Nameer untuk memungkinkan gajah-gajah tersebut berjalan selama satu jam dalam sehari. Tanggapan untuk membuat kandang yang layak juga diabaikan oleh mereka.

“Dari Oktober sampai Mei, gajah-gajah akan mengambil bagian 100 sampai 150 festival. Mereka akan melakukan perjalanan sejauh 3.720 mil dalam tiga bulan pada truk. Mereka akan dikelilingi oleh ribuan orang, kebisingan, dan petasan,” ujar Dr Nameer.

Seekor gajah buta (foto: Daily Mail)

Kejamnya lagi, beberapa gajah dibuat buta dengan sengaja agar menurut pada pelatihnya. Bahkan gajah-gajah diberi suntikan untuk menekan hormon. Setidaknya ada tiga ekor gajah yang meninggal tahun ini.

Satu-satunya makanan yang diberikan kepada gajah-gajah itu adalah daun kelapa kering. Sementara gajah di alam liar bisa memakan rumput, buah-buahan, daun dan sayuran. Di alam liar, gajah bisa meminum air dari 140 sampai 200 liter air sehari, sementara di sini mendapatkan 5 sampai 10 liter air saja sudah beruntung.

Gajah-gajah tersebut sering dibawa ke festival atau acara pernikahan dengan bayaran yang lumayan fantastis. Banyak orang yang tidak tahu penderitaan apa yang dihadapi gajah-gajah itu ketika berada di kuil.

Sumber: Daily Mail

Related Posts